Minggu, 01 Januari 2012

Ayam Tulang Lunak


Latar belakang
Pada saat ini banyak orang yang sangat disibukkan oleh pekerjaannya sehingga lebih memilih segala sesuatunya mudah, simpel dan efisien. Contohnya dalam hal makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan daripada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal. Dari pemikiran inilah saya mempunyai ide untuk membuat bisnis restoran dengan menyediakan fasilitas delivery order.


1. What
    Dari modal materi yang telah saya kumpulkan sebelumnya. Saya akan mencoba membuka usaha rumah makan. Saya memilih usaha ini karena prospek dari usaha rumah makan ini sangat bagus. sesuai namanya, Peluang  usaha kuliner ini menawarkan kelezatan lain dari makanan favorit sebagian besar masyarakat, yaitu ayam. Mengapa saya membuat usaha dengan bahan baku utamanya ayam?? karena ayam merupakan makanan favorit banyak orang. selain itu dengan bahan baku ayam, saya dapat berinovasi menu dengan bahan baku tersebut. Dimana bukan hanya dagingnya saja yang bisa anda nikmati tapi sampai ke tulang-tulangnya!. Hmm …. tentu rasanya semakin lezat plus dapat gizi tambahan seperti kalsium dan vitamin lainnya yang terdapat pada tulang ayam. Dan Ayam tulang lunak merupakan salah peluang usaha kuliner berbasis ayam yang dapat dimakan sampai ke tulang-tulangnya.

2. When
       bisnis restoran ini akan segera saya mulai secepatnya jika modal yang dikumpulkan telah terkumpul dan telah menemukan tempat yang strategis untuk memulai bisnis ini.

3. Where
    Bisnis offline apapun, lokasi adalah hal nomor satu. Maka kami mencari lokasi yang strategis, ditempat keramaian dan sasaran yang banyak ditempati oleh kawula muda. Misalnya daerah ramai disekitar kampus, dekat kantor-kantor, dekat dengan lembaga pendidikan dan mudah dijangkau semua orang. Meskipun sebagai konsekuensinya harus mempersiapkan modal yang tak sedikit untuk lokasi ini. Maka kita memilih tempat srategis tersebut di daerah Soekarno Hatta.

4. How
A. Aspek manajemen
    Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal, bisnis ini dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, dari 5 orang 3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan. Langkah – langkah yang akan saya lakukan untuk memulai usaha ini diantaranya:
         1. Memilih tempat yang strategis dan mudah dijangkau.
         2. Mencari karyawan yang gigih, jujur, ramah, dan pekerja keras.
         3. Mendesain tempat yang menarik, bersih, dan nyaman.
         4. Membuat menu dengan nama-nama yang menarik.
         5. Memperkenalkan rumah makan dengan iklan iklan, promosi, dan lain-lain.
         6. Membuat inovasi-inovasi yang kreatif dalam penjualan.
Tetapi yang terpenting dalam membuka usaha rumah makan ini adalah berani mencoba berinovasi, perhitungan pendapatan dan pengeluaran yang cermat, dan yang paling penting makanan yang enak.


B. Aspek Pemasaran
      1. Target Pasar
          yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha Restoran  bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan restauran tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar dari bisnis kami ini adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin mencicipi sensasi baru makan ayam.
       2. Konsep pemasaran
            terdiri dari 4 elemen (Price+Place+Promotion). UNTUK PRODUK, kita mensurvai para pesaing-pesaing kita. Menentukan 10 menu terpopuler untuk menu di restoran kita. Nah, khusus, ke 10 menu itu, kita mutlak menguasainya. Langkah berikutnya, dengan melakukan inovasi. Seperti, bagaimana caranya membuat ayam tulang lunak dengan berbagai varian agar terlihat berbeda dan lebih unik serta kalau bisa didukung dengan harga yang murah.
       3. Produk dan penetapan Harga
           Untuk menetapkan harga kita melakukan survei dan membandingkannya dengan strategi harga kita. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Kita mencari suplier yang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah, sehingga bisa menghasilkan hidangan murah. Bahkan bisa saja komponenen menu yang salah. Di sini kita melakukan percobaan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas dan bisa bersaing dengan restoran lainnya.
       4. Aspek Operasional
           Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu. Untuk menjadi pengusaha Restoran tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak, kita bisa melakukan perekrutan. 
C. Aspek Keuangan
     Pada aspek keuangan ini, bisnis kami mendapat modal dari bagi modal yang terdiri dari 5 orang, per orangnya mengeluarkan modal Rp 2.000.000,00. Jadi Modal awal kita sebesar Rp 10.000.000,00

5. For whom
      Target pasar kami adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga, karena restoran kami menyediakan fasilitas delivery order. Namun tidak menutup kemungkinan bagi kalangan masyarakat yang memiliki waktu luang untuk datang di restoran kami dengan mengajak keluarga mereka. Dan tidak ketinggalan target pasar utama kami yaitu para kawula muda seperti mahasiswa yang ingin kumpul-kumpul bersama teman-teman mereka sambil menyantap hidangan yang kami sediakan. Untuk memeriahkan suasana dan menarik pengunjung, kami juga memberikan fasilitas wifi gratis serta live music.

6. Visi misi ke depan
      
Visi :
” Mewujudkan Restoran Ayam Tulang Lunak sebagai  restoran yang akan  susses di pasaran yang bernuansa tradisional namun berwawasan internasional ”.
Misi :
  • 1. Mengutamakan kualitas dalam hal apapun yang dilakukan (pelayanan) dan disajikan (makanan).
  • 2. Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun pelayanan dengan tetap pada koridor tradisional.
  • 3. Menumbuhkan ketrampilan dan pengetahuan karyawan guna mencapai performa operasional yang maksimal.
  • 4. Mengembangkan usaha di beberapa tempat yang strategis untuk menjadi restoran terbaik di Indonesia.
  •  

Selasa, 08 November 2011

Manfaat Dari Role playing (Bermain Peran)

Oleh   :    Krisna Langit.H
Npk    :   31759


Bermain peran (Role playing) di dalam kelas yang dilakukan tanggal 3 november lalu, dapat menambah variasi dalam mengajar, dan kesempatan dalam melatih berbicara secara formal. Selain itu, siswa juga memperoleh kesenangan dalam belajar. Dengan bermain peran akan sangat membantu mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis dan kemampuan menyelesaikan masalah. Bermain peran (role play) atau kegiatan kreatif dan imajinatif semacam ini akan merangsang mahasiswa untuk berimajinasi dan menantang kita untuk berfikir dan berbicara.
Role playing merupakan satu metode sekaligus permainan yang menuntut pelakunya untuk memerankan satu peran atau pemikiran yang tidak nyata atau dibentuk. Pelaku bertindak seolah-oleh dia berada dalam dunia yang nyata. Alat bantu utama dalam permainan ini adalah fantasi dan imajinasi dari si pelaku sendiri dan juga aturan permainan yang membingkai permainan ini. Dalam Role playing yang bersifat spontan atau bebas, aturan-aturan ini lebih bersifat implisit, sedangkan dalam permainan yang diatur secara ketat aturan ini biasanya berupa scenario.

Manfaat Role playing dalam Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar, Role playing merupakan salah satu metode belajar komunikatif yang berorientasi pada pembelajar, Manfaat Role playing yang dilaksanakan pada 3 november lalu antara lain:
1. Memberikan motivasi kepada mahasiwa
a. aspek kreatif lebih terlihat bermain daripada bekerja
b. tekanan/keharusan untuk memecahkan masalah atau konflik yang dialami karakter mereka lebih memberikan motivasi daripada tekanan ketika mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Tekanan semacam ini justru akan mereka temui dalam kehidupan nyata.
2. Menambah/memperkaya sistem pembelajaran tradisional
a. pengajar tidak hanya mencekoki mahasiswa dengan teori-teori
b. bermain peran menunjukkan dunia sebagai tempat yang kompleks dengan masalah-masalah yang kompleks pula. Masalah-masalah ini tidak dapat dipecahkan hanya dengan satu jawaban sederhana yang diingat oleh mahasiswa.
c. mahasiswa belajar bahwa keterampilan yang dipelajari secara terpisah, seperti keterampilan berkomunikasi, sering digunakan secara bersama-sama dalam menyelesaikan berbagai tugas/kegiatan dalam dunia nyata.
d. pembelajaran dengan bermain peran lebih mengutamakan nilai rasa, kreatifitas dan juga pengetahuan.
e. latihan untuk mengutamakan pentingnya orang dan sudut pandang mereka merupakan bekal yang sangat penting bagi mahasiswa di dunia kerja nantinya.
3. Keterampilan untuk kehidupan nyata.
a. mahasiswa harus memahami kebutuhan dan perspektif orang-orang yang ada di sekelilingnya
b. bermain peran dapat meningkatkan kemampuan seperti self-awareness, problem-solving, komunikasi, inisiatif dan kerjasama.
c. dalam penelitian atau problem-solving, mahasiswa lebih bisa menerima atau mengingat ilmu yang mereka kembangkan sendiri, daripada ilmu yang mereka terima dalam perkuliahan.
4. Menyenangkan dan dapat menimbulkan motivasi bagi pembelajar.
5. Semakin banyak kesempatan pembelajar untuk mengungkapkan diri.
6. Memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berbicara.

Dalam bermain peran, mahasiswa diberi peran dan situasi. Karena bermain peran menyerupai/meniru kehidupan yang sesungguhnya, maka bahasa yang digunakan akan berkembang, karena mereka harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan karakter yang diperankan. Hubungan peran antar mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi sosiolinguistik mereka. Metode ini memberikan semangat untuk berfikir dan berkreativitas serta memberikan kesempatan pembelajar untuk mengembangkan dan melatih keterampilan berbahasa dan kemampuan bertingkah laku dalam situasi yang lebih nyata. 
        dengan bermain peran dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berbicara dan berpendapat. permainan-permainan semacam ini dapat membantu dalam mengungkapkan pendapat, improvisasi, mendengar dan memahami sudut pandang orang lain. Selain itu, permainan ini juga membantu siswa untuk mengembangkan sikap toleransi dan dalam membuat keputusan. Hal ini akan menuntun siswa untuk berfikir mandiri.

          Role play yang diadakan kemarin pada awalnya kurang begitu menarik karena hanya beberapa orang saja yang mengemukakan pendapat. Tetapi karena ada dorongan dari Bu Rina dan seiring berjalannya waktu serta memanasnya keadaan antara pihak warga dan perusahaan sehingga terjadi perdebatan antara kedua belah pihak, menyebabkan banyak siswa yang sudah berani mengungkapkan pendapat, sehingga role play menjadi lebih hidup. Bahkan saya dari kelompok lima sebagai penyaji merasa bingung atas tuntutan dari warga, ada yang menuntut ayamnya batuk-batuk, sapinya gatal-gatal dan lain sebagainya.